Artikel Arofahmina

Berbagai Informasi Seputar Tentang Umroh dan Haji

BULETIN ISLAM, 26 April 2016

HAJAR ASWAD

KEUTAMAAN HAJARA ASWAD

       Banyak Riwayat yang menekankan keutamaan Hajar Aswad dan anjuran untuk menyentuh dan menciumnya saat thawaf. Dan cukuplah menjadi keutamaannya, bahwa Nabi  pernah menyentuh dengan tangannya yang lembut dan menciumnya dengan bibirnya yang mulia.

     Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab رضي الله عنه mencium Hajar Aswad seraya berkata: "Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak dapat mendatangkan bahaya dan memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasulullah  menciummu, niscaya aku tak akan menciummu." (HR. Bukhari no.1597 dan Muslim no.1270)

       Diriwayatkan dari Ibnu Abbas رضي الله عنه bahwa Rasulullah  bersabda:

 نَزَلَ الْحَجَرُاْلأَسْوَدُمِنَ الْجَنَّةِوَهُوَأَشَدُّبَيَاضًامِنَ الَّلبَنِ،فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَابَنِيْ آدَمَ

 "Hajar Aswad diturunkan dari Surga, saat itu warnanya lebih putih dari susu, lalu dosa-dosa keturunan Adam membuatnya berubah menjadi hitam." (HR. Tirmidzi no.877)

       Juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas  رضي الله عنه , bahwasanya Rasulullah  bersabda tentang Hajar Aswad:

وَاللهُ لَيَبْعَثُنَّهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ،لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُبِهِمَاوَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُعَلَى مَنِ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ

"Demi Allah! Hajar Aswad akan dibangkitkan pada hari kiamat, Allah memberinya mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara, memberikan persaksian terhadap orang yang menyentuhnya dengan kebenaran."

       Musafi' bin Syaibah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Amru bin 'Ash رضي الله عنه berkata: Aku bersaksi dengan nama Allah! (sambil meletakkan anak jarinya di telinga) aku mendengar Rasulullah  bersabda:

إِنَّ اْلَحجَرَوَالْمَقَامَ يَاقُوْتَانِ مِنْ يَاقُوْتِ الْجَنَّةِطَمَسَ اللهُ نُوْرَهُمَاوَلَوْلاَأَنَّ اللهَ طَمَسَ نُوْرَهُمَالأَضَاءَتَامَابَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

 "Sesungguhnya Hajar Aswad dan Maqom itu adalah dua batu diantara batu-batu Yaqut (batu mulia) disurga, yang dihilangkan oleh Allah cahayanya, andaikan Allah tidak menghilangkan cahayanya, niscaya sinarnya menerangi antara timur dan barat." (HR. Ahmad, musnad jilid.2 hal.214 dan Ibnu Khuzaimah no.2732)

      Disaat Nabi Ibrahim  membangun Ka'bah, tinggal satu bagian yang belum terpasang batu, lalu Nabi Isma'il  pergi mencari sesuatu. Nabi Ibrahim عليه السلام berkata: "Carilah sebuah batu seperti yang telah aku perintahkan!". Nabi Isma'il عليه السلام berangkat mencari batu. Ketika ia datang dengan membawa batu, ia dapati di tempat tersebut telah terpasang Hajar Aswad, maka ia berkata: "Ayahku! Siapa yang membawa batu ini kepadamu?". Ia berkata: "Yang membawanya kepadaku adalah orang yang tidak bergantung kepada usahamu, Jibril عليه السلام telah membawanya dari langit." (Hadits ini mauquf dari Ali, tetapi derajatnya sama dengan hadits marfu', Tafsir Thabari hal.143)

       Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar رضي الله عنه , bahwa ia selalu menyentuh Hajar Aswad, kemudian mencium tangannya, dan berkata: "Aku tak pernah meninggalkan perbuatan ini semenjak aku melihat Rasulullah  menciumnya." (HR. Muslim, no.1268)


*** Ditulis di WEBSITE Oleh : Satriyo Abdullah Al Faqir ***

*** Referensi Buku "SEJARAH MEKKAH AL MUKARRAMAH" ***

*** Disusun Oleh : "Syeikh Shafiyyur Rahman Al Mubarak Fury, dkk" ***