Artikel Arofahmina

Berbagai Informasi Seputar Tentang Umroh dan Haji

BULETIN ISLAM, 25 April 2016

HIJIR ISMA'IL

TENTANG HIJIR ISMA'IL

       Banyak Riwayat yang menjelaskan bahwa Hijir Isma'il masih termasuk Baitullah, dan termasuk dalam Firman Allah عَزَّ وَجَلَّ (QS. Al Hajj 29):

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

"Dan Hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)".

      Oleh karena itu ketika thawaf, kita harus mengelilingi Hijir Isma'il. Jika tidak mengitarinya maka thawaf kita tidak sah. Hijir yaitu : tempat dimana Nabi Ibrahim عليه السلام meletakkan isterinya Hajar dan puteranya Isma'il عليه السلام , ketika ia membawa mereka ke Mekkah. Ia memerintahkan Hajar membuat bangsal di tempat tersebut.

       Bangsa Quraisy telah memasukkan sebagian dari Ka'bah ke dalam Hijir, karena kurangnya anggaran mereka ketikan membangunnya kembali stlh dipugar. Disaat Abdullah bin Zubair رضي الله عنه menguasai Mekkah, ia memugar Ka'bah dan membangunnya kembali, dan memasukan kembali bagian Ka'bah yang dikeluarkan oleh Quraisy ke Hijir. Tetapi setelah terbunuhnya Ibnu Zubair رضي الله عنه , Hajjaj mengembalikannya lagi kedalam Hijir, dan membangun dinding diatas pondasi yang dibangun oleh Quraisy, dan demikianlah hingga sekarang.

        Maka jadilah sebagai Hijir termasuk bagian dari Ka'bah dan sebagian yang lain bukan termasuk Ka'bah. Dalil yang menunjukkan bahwa sebagian Hijir termasuk bagian dari Ka'bah, adalah hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu 'anha:

ََلَوْلاَأَنَّ قَوْمَكَ حَدِيْثُ عَهْدٍبِشِرْكٍ - أَوْبِجَاهِلِيَّةٍ - لَهَدَّمْتُ الْكَعْبَةَ ، فأَلْزَقْتُهَابِاْلأَرْضِ وَجَعَلْتُ لَهَابَابَيْنِ:بَابًاشَرْقِي اًّ ، وَبَابًاغَرْبِي ًّاوَزِدْتُ فِيْهَامِنَ الْحِجْرِسِتَّةَأَذْرَعٍ ، فَإِنَّ قُرَيْشًااقْتَصَرَتْهَاحِيْنَ بَنَتِ الْكَعْبَةَ

"Kalaulah bukan karena kaummu baru saja meninggalkan kesyirikan (kejahiliyahan), niscaya aku telah menghacurkan Ka'bah dan pintunya aku buat menjadi sejajar dengan tanah dan aku membuat dua pintu ; pintu sebelah timur dan pintu sebelah barat, dan aku tambahkan dari Hijir sebanyak 6 hasta, karena sesungguhnya Quraisy menguranginya disaat membangun Ka'bah." (Musnad Ahmad jilid 6, hal. 179)

      Ibnu Umar رضي الله عنه berkata: "Sungguh sekiranya 'Aisyah mendengar ini dari Rasulullah  , maka menurutku Rasulullah  tidak menyentuh dua sudut yang berhadapan dengan Hijir, melainkan karena Baitullah dibangun tidak sempurna seperti yg dibangun oleh Nabi Ibrahim عليه السلام ." (HR. Bukhari no. 1583)

       Banyak ulama yang menyebutkan bahwa Nabi Isma'il عليه السلام dimakamkan di Hijir disisi kuburan ibunya. Tatapi semua riwayat ini dha'if (lemah) tidak satupun yang shahih. Diantara alasan dhaifnya adalah, bahwa banyak sahabat yang menyaksikan dan ikut serta ketika Quraisy membangun Ka'bah, dan menggali pondasi Ka'bah saat itu, dan tidak seorangpun dari mereka yang melihat ada bekas kuburan. Jika disana memang ada kuburan, tentu kita tidak dibenarkan menginjak kuburan, karena Rasulullah  melarang umatnya menginjak dan duduk - duduk diatas kubur.

       Banyak Hadits yang menjelaskan, bahwa masuk ke dalam Hijir berarti masuk ke dalam Baitullah. Diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh 'Aisyah رضي الله عنه , ia berkata: "Dahulu aku ingin sekali masuk ke Baitullah dan sholat didalamnya, maka Rasulullah  menarik tanganku dan membawaku ke dalam hijir seraya bersabda:

إِذَاأَرَدْتِ دُخُوْلَ الْبَيْتِ فَصَلِّيْ هَهُنَا ، فَإِنَّمَاهُوَقِطْعَةٌمِنَ الْبَيْتِ،وَلَكِنَّ قَوْمَكَ اقْتَصَرُوْاحَيْثُ بَنُوْهُ
 

 "Jika engkau ingin masuk ke Baitullah, maka shalatlah disini (Hijir) karena ini adalah bagian dari Baitullah, karena kaummu menguranginya disaat membangunnya kembali." (HR. Nasa'i no.2915)

       Diriwayatkan dari Abdul Hamid bin Jubair dari bibinya Shafiyyah binti Syaibah, ia berkata: "'Aisyah berkata kepada Rasulullah  ,Wahai Rasulullah! bolehkah aku masuk ke Baitullah?", Beliau bersabda:

اُدْخُليِ الْحِجْرَ ، فَإِنَّهُ مِنَ الْبَيْتِ

 "Masuklah ke dalam Hijir, karena ia masih bagian dari Baitullah." (HR. Nasa'i no.2914)

      Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata: "Lakukanlah Sholat ditempat orang-orang pilihan, dan minumlah minuman orang-orang yang baik!. Lalu ada yang berkata: "Dimana tempat shalat orang - orang pilihan itu?". Ia menjawab: "Dibawah Mizab (pancuran emas),", dan ada yang bertanya, "Apa minuman orang-orang yang baik?. Ia menjawab: "Air Zam-zam".

Hadits di atas menjelaskan keutamaan shalat di Hijir.

       Adapun hadits yang diriwayatkan dari 'Atha', bahwa ia berkata: "Siapa yang berdiri di bawah pancuran Ka'bah, lalu berdo'a,niscaya dikabulkan, dan dia keluar dari dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." (Mutsir al ghuram hal.269, Azraqi berkata, "dalam riwayat ini ada Utsman bin Saaj."

       Hadits ini dha'if tidak bisa dijadikan hujah. Perkataan ini berkaitan dengan hal-hal yang ghaib, naifnya lagi tidak disandarkan kepada Nabi  atau kepada salah seorang sahabat.


*** Ditulis di WEBSITE Oleh : Satriyo Abdullah Al Faqir ***

*** Referensi Buku "SEJARAH MEKKAH AL MUKARRAMAH" ***

*** Disusun Oleh : "Syeikh Shafiyyur Rahman Al Mubarak Fury, dkk" ***